ANALISIS NILAI TAMBAH KELAPA MENJADI KOPRA DI KECAMATAN TELUK SAMPIT KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

ANALISIS NILAI TAMBAH KELAPA MENJADI KOPRA DI KECAMATAN TELUK SAMPIT KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

Penulis

  • Muchliandy Muchliandy Politeknik Seruyan
  • Suroto Suroto Politeknik Seruyan

DOI:

https://doi.org/10.59900/pagri.v5i1.267

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pelaku usaha kopra di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringi Timur, dan seberapa besar nilai tambah yang di peroleh pelaku usaha kopra dari pengolahan kopra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penulis memutuskan untuk melibatkan seluruh populasi pelaku usaha kopra, yang terdiri dari 18 responden. Responden dikelompokkan dalam usia 30-35, 41-45, dan 46-50 tahun, masing-masing menyumbang 22,22% dari total. Tidak ada responden dari kelompok usia 56-60 tahun, tetapi ada beberapa dari kelompok 61-65 tahun, yaitu 11,11%. Dari 16 pelaku usaha kopra, sebagian besar adalah laki-laki (88,89%), sedangkan 2 orang adalah perempuan (11,11%). Mayoritas pelaku usaha kopra di Kecamatan Teluk Sampit sudah menikah. Pengalaman usaha mereka rata-rata antara 3 hingga 9 tahun, yang penting untuk kesuksesan usaha. Pendidikan pelaku usaha kopra umumnya adalah lulusan SMP, dengan jumlah 9 orang atau 50%. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tambah dari pengolahan kelapa menjadi kopra di Kecamatan Teluk Sampit adalah Rp 2.200 per kilogram kopra.

Referensi

Diterbitkan

2025-03-24